RSS

MMSPH 3: Pandangan Pertama Zalaiva




Zalaiva dengan pakaian kanak-kanaknya berjinjit pelan membawa dua butir telur ayam di genggaman tangan kanannya, sementara tangan kirinya meraba-raba selusur papan kandang. Rok bersulam kupu-kupunya terkena bercak lumpur di mana-mana, sementara pipi montok menggemaskan itu sekarang seperti muka prajurit indian, tercoreng dua saput kotoran. Entah oleh apa, bisa jadi oleh tahi ayam. Tampangnya serius sekali membawa telur-telur itu, sementara kakeknya berdiri mengamati tersenyum sambil memungut telur di rak yang lebih tinggi.

Sayang sekali sebelum ia tiba di ember besar yang diletakkan di sebelah kaki kakeknya, seekor ayam jantan entah dari mana asalnya, terbang masuk kandang. Berkotek menyergap tubuh mungil Zalaiva. Gadis kecil itu berseru kaget. Telur-telur di genggaman tangannya terlepas, terlontar entah kemana. Zalaiva untuk sepersekian detik bisa mendengar telur itu satu per satu jatuh menghantam lantai semen, seperti kalian bisa melihat tetesan air jatuh dari langit secara patah-patah. Dan telur-telur ringkih itu pecah tak karuan. Sambil menahan sakit di lututnya gadis kecil itu mencoba berdiri, matanya yang tak berbintik hitam berkaca-kaca, ia merabaraba tertatih melangkah mendekati kaki kakeknya takut-takut, sebentar lagi gadis itu pasti menangis.



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)

MMSPH 2: Cintanometer




Di kota kami, walau terletak persis di tengahtengah gurun pasir maha luas, hujan bukanlah barang langka. Jika penduduk kota ingin merasakan hujan, maka tinggal bilang ke balai kota. Seperti kemarin, anak tetangga sebelah rumah, rindu berat berlari-lari di atas gelimang lumpur, di bawah atap langit yang mencurahkan beribu-ribu bulir air kesegaran. Maka orang tuanya segera memesan hujan. Selang dua belas menit kemudian, awan hitam datang berarak, guntur dan petir sambar menyambar, tak lama turunlah hujan sesuai pesanan.
Jangan salah sangka dulu, kota kami memang terpencil jauh dari seluruh penjuru dunia, tetapi bukan berarti penduduk kota kami lebih primitif dibandingkan kalian. Kami tidak memanggil hujan lewat dukundukun, nyanyian-nyanyian, apalagi sesembahan tak berguna itu, sebaliknya kami memanggil hujan dengan teknologi tingkat tinggi. Maju sekali, malah jauh lebih maju dibandingkan dengan menerbangkan pesawat untuk menaburkan butiran pembuat hujan di awan-awan yang biasa ilmuwan kalian lakukan.
Di sini banyak penemu. Yang terhebat di seluruh dunia, malah. Jadi jangankan soal hujan, soal rumit lainnya, seperti mobil terbang, rumah mengapung, lampu tenaga udara, pil anti lapar, suntikan seribu penyakit dan yang lebih sulit lainnya ada di sini. Dengan berbagai penemuan hebat itu, kehidupan berjalan amat baik dan berkecukupan.



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)

MMSPH 1: Kutukan Kecantikan Miss X




Aku menuangkan dua sachet sekaligus gula rendah kalori ke dalam gelas plastik medium size di hadapanku, lantas mengaduknya perlahan-lahan hingga sempurna bercampur dengan aroma teh yang menyengat. Arloji di tangan menunjukkan pukul tujuh seperempat. Memang masih terlalu pagi untuk ukuran kelaziman, duduk sarapan di salah satu kedai fast food yang banyak berjejer diantara toko-toko souvenir di pelataran ruang tunggu ini.
Musim penghujan membuat suasana hati terasa dingin dan lengang. Tapi sepagi dan sedingin ini, aktivitas bandara telah terlihat begitu sibukmencengangkan. Tak pernah terbayangkan kapasitas dua puluh juta penumpang per tahun itu harus segera ditambah karena semakin merakyatnya angkutan udara.
Pesawat dari Frankurt yang membawa Bagus, sahabat dekatku, baru akan tiba tepat satu jam lagi. Waktu yang sangat lama untuk menunggu, lagi-lagi menurut ukuran kebiasaanku. Tapi tak mengapa, sebenarnya aku memang membutuhkan suasana ini sebelum bertemu dengannya. Ada banyak hal yang bisa diingat dengan nyaman selama satu jam ini. Barusan, dengan hanya melihat kembali fotonya yang tertawa lebar sambil memeluk istrinya yang menggendong bayi mereka, sepuluh menit menunggu pramusaji mengantarkan teh dan sepiring donut berlalu seperti angin lembut menyenangkan. Bagus mengirimkan foto itu sebagai attachment email terakhirnya minggu lalu, dan aku segera mencetaknya di atas kertas terbaik dengan setting kualitas super printer foto tercanggih milikku.



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)

NeoRamdhanz Management: Audisi yang Menyatukan Hati



NeoRamdhanz Management: Audisi yang Menyatukan Hati: Selesai manggung di ODO SM@RT Syuhada, kami didatangi oleh salah satu dewan juri di lomba tersebut. “Eh,...



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)

NeoRamdhanz Management: Reportase One Day Out Sm@rt Syuhada



NeoRamdhanz Management: Reportase One Day Out Sm@rt Syuhada: Sepuluh hari pertama Ramadhan kami isi dengan ikut lomba yang diadakan oleh SM@RT Syuhada Jogjakarta ...



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)

Cinta Berkawan



Satu tahun. Ya, satu tahun telah berlalu. Cepat sekali rasanya. Banyak kejadian menakjubkan terjadi selama satu tahun ini. Awal tahun ajaran baru 2010/2011. Kelas sosial menanti. Ya, sosial satu. Atas kesepakatan teman satu kelas akhirnya kelas itu kami juluki PEPSI (Pelajar IPS Siji). Selama satu tahun inilah aku belajar banyak hal bersama PEPSI. Hey IPS? Bagiku IPS adalah pilihan. Aku memilih IPS saat penjurusan dengan banyak pertimbangan yang matang. Saat pertama kali menjejakan kaki di PEPSI aku merasa aneh. Mungkin karena saat itu aku melihat wajah-wajah baru. Ternyata anak PEPSI mayoritas anak yang beralih jurusan dan sebagian besar mereka adalah temanku saat kelas X.



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)

Sepotong Episode



Kerohanian Islam. Nama yang asing ditelingaku saat pertama kali menjejakan kaki di sekolahku saat ini. Organisasi Kerohanian Islam atau sering disingkat Rohis yang dipromosikan saat MOS (Masa Orientasi Siswa) sama sekali tak menarik diriku untuk mengikutinya. Pemahaman agama yang kurang menjadikanku minder untuk berkecimpung dalam dunia yang bernuansa islam tersebut. Nyaris satu tahun menduduki bangku kelas X, aku sama sekali tak mengerti apa itu Rohis? Apa kegiatannya? Pernah ikut Mabit? Tidak. Ikut Sisan? Tidak. Ikut Tahsin? Tidak. Mmm, kalo Rihlah ikut? T-I-D-A-K. Nah kalo kajian gimana? Ikut waktu semester ganjil. Kok bisa? Ikut kajian merupakan hal wajib bagi andik Pramuka. Yah, ikut karena “tuntutan” dalam Pramuka. Semester genap berikutnya? Tidak. Saat itu ku tak tahu bahwa kajian adalah salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Rohis. Tidak pernah mengikuti kegiatan anak Rohis, itulah aku.



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)